Peringati Hari Disabilitas Internasional, Siswa SLB di Madiun Tampilkan Berbagai Karya dan Atraksi
Azkya Valla dan Atika Pratiwi, dua penari tuna rungu wicara dari SLB Negeri Banjarsari Wetan Madiun, sukses raih Juara Harapan I FLS3N 2024. Simak perjuangan mereka menaklukkan panggung nasional.
MADIUN – Gerak tari dua remaja berparas ayu itu terlihat begitu kompak dan rancak. Setiap gerakan terlihat pas dengan musik pengiring. Namun, siapa sangka dua penari belia tersebut adalah penyandang tuna rungu wicara. Mereka berhasil tampil memukau sebagai salah satu penampil pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.
Dua penari tersebut adalah Azkya Valla dan Atika Pratiwi siswa dari SLB Negeri Banjarsari Wetan, Kabupaten Madiun. Bakat dan kemampuan menari yang mereka miliki telah menorehkan prestasi. Di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) mereka meraih Juara Harapan I Nasional mewakili Provinsi Jawa Timur.

"Mereka berdua mengikuti kegiatan ekskul tari di sekolah. Jadi sudah sering latihan," ungkap Diana Onar Frantiwi guru pendamping ekskul tari SLBN Banjarsari Wetan.
Sebagai penyandang disabilitas, usaha dua siswa yang duduk di bangku SMA itu tentu tidak mudah. Apalagi ketika akan mengikuti lomba. Begitu juga bagi guru pendamping dan pelatih tari yang diperbantukan pihak sekolah. Sebab mereka menghafal gerakan tari berdasarkan hitungan ketukan.
"Kendala memang di komunikasi. Harus banyak kasih contoh gerakan," ungkap Adin Marcel Tulustiana pelatih tari dari Sanggar Udaya Upasanta, Madiun.

Berkat usaha sungguh-sungguh, Tari Pecel yang dibawakan dua siswa disabilitas tersebut berhasil meraih juara. Mulai dari Juara I Tingkat Kabupaten Madiun, Juara I Tingkat Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya meraih Juara Harapan I Tingkat Nasional.
"Prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa siswa SLB memiliki potensi dan mampu meraih prestasi," ujar Devvy Yuniar Kasi SMA/PK-PLK Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Madiun.
Devvy mengungkapkan sejumlah program dan kegiatan untuk siswa SLB di antaranya unit layanan disabilitas dan sekolah inklusi. Tujuannya untuk mengotimalkan potensi yang dimiliki siswa SLB yang notabene penyandang disabilitas.
"Peringatan hari disabilitas merupakan ruang untuk menunjukkan potensi yang dimiliki siswa SLB," kata Devvy.
Kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 diikuti ratusan siswa SLB di Kabupaten Madiun. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan berupa senam pagi, jalan santai, bazar dan atraksi seni yang diselenggarakan di Lapangan Jiwan, Rabu (3/12/2025).
"Ada 11 SLB yang ikut kegiatan. Masing-masing sekolah mengikutkan 30 siswa dan guru," ungkap Handik Indarwati ketua panitia penyelenggara.
Hanik mengatakan kegiatan diselenggarakan oleh PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Kabupaten Madiun dengan dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun serta sejumlah sponsor dan donatur. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




