KPK Sita Ratusan Juta dan Valas dalam OTT Pegawai Pajak
TIMES Madiun/Ilustrasi - Pekerja membersihkan logo KPK, di Gedung Merah Putih, Jakarta. (FOTO: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama/pri)

KPK Sita Ratusan Juta dan Valas dalam OTT Pegawai Pajak

KPK menyita ratusan juta rupiah dan valas dalam OTT pegawai pajak di Kanwil DJP Jakarta Utara. Operasi ini terkait dugaan suap pengurangan pajak.

TIMES Madiun,Sabtu 10 Januari 2026, 15:05 WIB
276.1K
I
Imadudin Muhammad

JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita ratusan juta rupiah dan sejumlah valuta asing (valas) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara (Jakut).

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penyitaan tersebut. Ia menyebut uang yang diamankan jumlahnya cukup signifikan dan terdiri dari mata uang rupiah maupun asing.

“Sementara ada ratusan juta rupiah dan ada juga valas,” kata Fitroh kepada wartawan saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Fitroh, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan praktik suap pengurangan nilai pajak. Namun, KPK belum mengungkap secara detail konstruksi perkara maupun peran masing-masing pihak yang terlibat.

Fitroh memastikan operasi penindakan dilakukan langsung di Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara. Dalam OTT itu, penyidik KPK mengamankan sejumlah pegawai pajak serta beberapa pihak dari kalangan wajib pajak (WP).

“Beberapa pegawai pajak dan beberapa dari pihak WP,” ujarnya singkat.

Meski demikian, KPK belum membeberkan jumlah pasti pihak yang ditangkap. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang telah diamankan.

Sebelumnya, KPK dikabarkan melakukan OTT pertama pada tahun 2026 dengan target pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Operasi tersebut berlangsung di wilayah Jakarta.

Kabar OTT itu turut dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia menyatakan adanya kegiatan penindakan yang sedang dilakukan penyidik di lapangan.

“Terkonfirmasi, ada kegiatan di lapangan, di wilayah Jakarta,” kata Budi.

Berdasarkan laporan kinerja KPK, sepanjang tahun 2025 lembaga antikorupsi tersebut telah melaksanakan 11 operasi tangkap tangan. Sejumlah pejabat publik turut terjaring, di antaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, Gubernur Riau Abdul Wahid, serta Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.