Mahasiwa Ajak Doakan Indonesia di Aksi Damai dan Solidaritas Aliansi BEM Madiun
Orasi mahasiswa yang dikemas mimbar bebas mengkritisi sejumlah program dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
MADIUN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi damai dan solidaritas di depan monumen Kolonel Marhadi Alun-Alun Kota Madiun.
Aksi puluhan aktivis mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi itu mengusung sejumlah isu aktual saat ini.
Orasi mahasiswa yang dikemas mimbar bebas mengkritisi sejumlah program dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Di antaranya alokasi dana pendidikan yang tersedot untuk program makan bergizi gratis (MBG).
"Duit APBN banyak tersedot untuk membayar karyawan SPPG. Sementara pemerintah tidak becus menaikkan gaji guru honorer dan membuat kebijakan menaikkan upah buruh," ujar salah seorang orator mahasiswa.
Orator mimbar bebas juga menyoroti bencana kebakaran hutan dan membangkitkan solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap korban bencana alam di NTT dan berbagai wilayah lainnya.
Setelah orasi, para mahasiwa juga melakukan aksi tabur bunga di atas spanduk dan poster bergambar wajah para korban yang meninggal dunia pada aksi demonstrasi Agustus 2025. Salah satunya adalah Afan Kurniawan seorang pengemudi ojek online.
"Kami mengambil momentum peringatan setahun meninggalnya Afan Kurniawan," ungkap Maikel Jakson koordinator aksi Aliansi BEM Madiun.
Maikel mengungkapkan aksi damai dan solidaritas mahasiswa diberi tajuk Mentirakati Indonesia. Agenda utama aksi adalah mendoakan para korban aksi unjuk rasa, para korban bencana alam dan mendoakan bangsa dan negara.
"Kami mengajak masyarakat mendoakan Indonesia, korban bencana dan korban yang jatuh pada unjuk rasa setahun lalu," ujarnya.
Meskipun digelar di hari yang berbeda dengan unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus 2026, Aliansi BEM Madiun menyatakan akan mengawal tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor.
"Kami di daerah akan ikut mengawal isu-isu yang diperjuangkan teman-teman di Jakarta," tegas Maikel.
Aksi para mahasiswa dikawal aparat keamanan. Tidak hanya peserta aksi yang membawa spanduk dan poster. Sejumlah anggota polwan yang bertugas juga membawa sejumlah spanduk ajakan.
Tulisan di spanduk antara lain Demo Tertib Aspirasi Tersampaikan, Hindari Aksi Provokasi dan Selamat Datang Pejuang Aspirasi Sampaikan Pendapat Dengan Tertib Kami Siap Melayani.
Setelah rangkaian aksi di Alun-Alun Kota Madiun, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Madiun melakukan penggalangan dana untuk korban bencana NTT. Penggalangan dana dilakukan di persimpangan Tugu Nol Kilometer. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

