Pembangunan Sekolah Rakyat di Madiun Dipercepat, Wamen PU Pasang Target Selesai Juni
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun dikebut agar rampung Juni 2026, melampaui target progres, dengan dukungan tenaga kerja lokal dan material ramah lingkungan.
MADIUN – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) ditarget rampung sebelum tahun ajaran baru 2026 dimulai. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI (Wamen PU) Diana Kusumastuti saat meninjau langsung progres pembangunan SR Tahap II di Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026).
"Target kita bulan Juni sudah selesai karena Juli sudah ada penerimaan siswa. Jadi kualitas tetap nomor satu, estetika diperhatikan, dan keberlanjutan lingkungan juga harus dijaga,” tegas Diana.
Berdasarkan laporan pelaksana proyek, progres pembangunan SR di Kabupaten Madiun saat ini mencapai 18 persen. Capaian itu lebih tinggi dibanding progres rata-rata pembangunan SR di wilayah Jatim 2 yakni 14 persen.

"Deviasinya positif sekitar 2 persen. Artinya masih di atas target, tapi tetap harus dipercepat agar tidak ada keterlambatan di akhir,” ujar Diana.
Diana juga menegaskan, proyek SR merupakan program strategis nasional yang harus selesai tepat waktu. Pelaksana proyek perlu mengantisipasi potensi hambatan. Mulai dari ketersediaan material hingga tenaga kerja.
Saat ini jumlah pekerja tercatat sekitar 300 orang. Untuk percepatan dibutuhkan sekitar 700-800 orang. Wamen PU berharap pemerintah daerah memberi dukungan dalam penyediaan tenaga kerja. Serta penerapan kearifan lokal, seperti penggunaan tanaman endemik dan material lokal.
Project Manager Sekolah Rakyat Jatim 2, Dwi Handoko mengakui pelaksanaan proyek sempat terkendala pembebasan lahan. Butuh waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan pembebasan lahan seluas 5.800 meter persegi itu.
"Sekarang sudah klir dan pembebasan lahan sudah tuntas," ujarnya.
Progres pekerjaan SR saat ini sudah masuk tahap struktur bangunan. Meliputi gedung sekolah SD, SMP dan SMA, gedung serbaguna, asrama siswa dan rumah susun guru. Sesuai kontrak, proyek dijadwalkan selesai Agustus 2026. Namun, Dwi berkomitmen penyelesaian dipercepat sesuai arahan pemerintah pusat.
"Kita push agar Juni selesai. Strateginya dengan penambahan tenaga kerja dan pengerjaan simultan di beberapa titik,” jelas Dwi.

Terkait penggunaan material, proyek menggunakan genting tanah sebagai bagian pemberdayaan UMKM lokal. Namun, tidak seluruh kebutuhan tercukupi produksi lokal sehingga harus disuplai dari luar daerah.
"Keburuhan genting sekitar 300 ribu pieces di satu lokasi. Sementara produksi lokal hanya 27 ribu per bulan," ungkapnya.
Upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun diharapkan dapat memenuhi target penyelesaian yang disampaikan Wamen PU RI Diana Kusumastuti. Sehingga SR sudah dapat dibuka dan menerima siswa pada tahun ajaran baru 2026. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

