Satu Tahun Pemerintahan Harmonis Kabupaten Madiun, Fokus Program Asta Cita dan Pengentasan Kemiskinan
Setahun kepemimpinan Harmonis di Madiun diperingati dengan sahur refleksi. Bupati fokus turunkan kemiskinan lewat sekolah rakyat, perbaikan rumah, dan peluncuran buku Asta Cita.
MADIUN – Genap satu tahun kepemimpinan H. Hari Wuryanto, Bupati Madiun dan dr Purnomo, Wakil Bupati Madiun ditandai dengan momen spesial. Pasangan kepala daerah yang dikenal dengan sebutan Harmonis itu menggelar acara sahur bersama sebagai ajang refleksi jajaran Pemkab Madiun di Pendapa Muda Graha, Jumat (20/2/2026) dini hari.
Di hadapan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, camat dan perwakilan kepala desa, Bupati Madiun mereview dan mengevaluasi hasil kinerja selama satu tahun. Angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan sejumlah indeks pencapaian dipaparkan.
"Persentase penduduk miskin masih 10,4. Targetnya bisa di angka 9,8 persen sama dengan Provinsi Jawa Timur. Jadi sekarang ini masih membebani," ungkap Hari Wur, sapaan akrab Bupati Madiun.
Hari Wur menyebutkan tiga wilayah kecamatan dengan angka kemiskinan tertinggi di wilayahnya. Yakni Pilangkenceng, Saradan dan Gemarang. "Tidak bisa diselesaikan sendiri. Camat harus berkolaborasi dengan desa. Targetnya di 2026 ini bisa turun," tegas Hari Wur.

Terkait dengan angka kemiskinan, lanjutnya, Pemkab Madiun akan fokus menjalankan program strategis pusat untuk pengentasan kemiskinan. Salah satunya adalah sekolah rakyat. Dinas sosial (dinsos) diinstruksikan untuk mendata anak usia sekolah dari keluarga yang masuk desil satu dan dua.
"Nanti di sekolah rakyat semua kebutuhan dicukupi sampai lulus SMA/SMK. Ditambah lagi nanti pendidikan D1. Jadi setelah lulus sekolah harapannya bisa bekerja dan meningkatkan ekonomi keluarga," jelas Hari Wur.
Bupati juga menegaskan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar OPD untuk penanganan kemiskinan ekstrem. Terutama kualitas hunian yang layak bagi warga miskin. Mulai dari lantai, dinding hingga atap. "Dinsos bisa berkolaborasi dengan dinas perkim dan dinas PU untuk perbaikan rumah. Kalau anggaran tidak cukup bisa diupayakan lewat CSR," kata bupati.
Momen refleksi satu tahun pemerintahan Harmonis juga ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Mendaratkan Asta Cita di Kabupaten Madiun: Menyemai Visi Misi Nasional dalam Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun". Buku terbitan Lemhanas Press itu berisi analisis akademik, kerangka ketahanan nasional Lemhanas RI dan praktik kepemimpunan daerah.
Dalam buku ini Kabupaten Madiun dipotret sebagai laboratorium kebijakan, tempat nilai ideologi, sosial budaya, ekonomi, lingkungan dan tata kelola pemerintahan yang dijahit menjadi satu ekosistem pembangunan terpadu menuju Madiun Resilien 2025.
Buku tersebut merupakan wujud komitmen untuk memastikan program daerah berjalan searah dengan Asta Cita Presiden dan visi Bersahaja Pemkab Madiun. Keselarasan tersebut diharapkan mempermudah pencapaian indikator pembangunan. Secara simbolis buku diserahkan kepada perwakilan OPD sebagai pedoman dalam menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional.

Sebagai simbol rasa syukur telah melewati satu tahun masa pemerintahan dengan sejumlah pencapaian dan penghargaan, Bupati dan Wakil Bupati Madiun melakukan potong tumpeng dalam suasana akrab dan kebersamaan. Potongan tumpeng diserahkan kepada Penjabat Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto dan Sodik Hery Purnomo Kepala Bapperida.
Pasangan Harmonis berharap tahun-tahun berikutnya dapat diisi dengan kerja yang lebih solid, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Madiun. “Masih banyak yang harus dibenahi. Kami melihat ini sebagai proses berkelanjutan. Ke depan, perbaikan akan terus dilakukan agar hasilnya semakin nyata dirasakan masyarakat,” ujar Hari Wur usai acara refleksi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



