Jelang Idul Fitri, DPRD Madiun Minta Pemkab Siapkan Langkah Tahan Lonjakan Harga
DPRD Kabupaten Madiun mendorong Pemkab menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi kenaikan harga jelang Idul Fitri, termasuk intervensi pasar dan penguatan anggaran.
MADIUN – Menjelang Idul Fitri 2026, potensi kenaikan harga kebutuhan pokok mulai menjadi perhatian. Pemkab Madiun didorong tidak hanya memantau harga dan stok, tetapi juga menyiapkan langkah strategis untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Feri Sudarsono, menegaskan pentingnya langkah antisipatif di tengah situasi global yang dinilai tidak menentu. Hal itu disampaikannya usai kegiatan buka bersama dengan awak media, Selasa (17/3/2026).
“Saya kira perlu ada langkah antisipasi. Mengingat saat ini situasi tidak menentu. Jangan sampai masyarakat, khususnya yang kurang mampu, terdampak,” ujar Feri.
Ia menyoroti munculnya isu kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran di masyarakat. Meski belum terjadi secara nyata, menurutnya, mitigasi tetap perlu disiapkan sejak dini.
“Memang baru isu, tetapi antisipasi terhadap kemungkinan terburuk tetap diperlukan,” tegasnya.
Feri menyebut, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah pergeseran anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Selain itu, Pemkab juga dapat menambah alokasi anggaran untuk intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga.
“Anggaran operasi pasar bisa ditambah sewaktu-waktu apabila harga mulai naik,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat agar merayakan Lebaran secara bijak dengan menyesuaikan kondisi ekonomi. Pengeluaran diharapkan tetap terkontrol dan tidak berlebihan.
“Diupayakan seminimal mungkin menyesuaikan keadaan. Jangan sampai berlebihan saat merayakan Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto memastikan kondisi stok kebutuhan pokok di wilayahnya masih aman. Harga sejumlah komoditas juga dinilai relatif stabil dan terjangkau.
“Kalau harga relatif stabil dan terjangkau. Insyaallah stok minyak goreng, beras, dan kebutuhan lainnya juga aman,” kata Hari, Senin (16/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu kelangkaan BBM yang dapat memicu panic buying. Menurutnya, pemerintah saat ini terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak situasi global.
“Kuncinya penghematan dan efisiensi. Untuk wilayah Madiun saat ini masih aman,” tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

