Pasar Tidak Punya Alat Bayar Digital, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal Madiun
TIMES Madiun/Siswa SLB diajak belanja baju lebaran di mal oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

Pasar Tidak Punya Alat Bayar Digital, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal Madiun

Gubernur Jatim Khofifah ajak siswa SLB belanja baju lebaran di mal, picu reaksi pedagang pasar tradisional.

TIMES Madiun,Kamis 12 Maret 2026, 22:16 WIB
61
Y
Yupi Apridayani

MadiunGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari wilayah Kota dan Kabupaten Madiun belanja baju Lebaran di mal. Kegiatan itu dilakukan sebelum Khofifah menyerahkan bantuan sosial untuk berbagai kalangan di Pendapa Muda Graha Pemkab Madiun.

Sebanyak 95 siswa diajak langsung memilih pakaian Lebaran di pusat perbelanjaan modern Sun City Mal, Kamis (12/3/2026) pagi. Mereka datang bersama guru dan orang tua. Khofifah terlihat mendampingi mereka saat berbelanja dan memilih baju.

Saat dikonfirmasi, Khofifah mengungkapkan alasan mengapa mengajak siswa SLB belanja di mal, bukan pasar tradisional. Dia berdalih belanja baju Lebaran tersebut menggunakan voucher yang terhubung dengan pembayaran digital.

“Kalau ke pasar tradisional yang punya mesin pembayaran coba cek ada nggak?” ujar Khofifah.

Khofifah juga beralasan kebutuhan belanja pakaian lebih mudah dipenuhi di pusat perbelanjaan modern karena tersedia dalam satu tempat. Berbeda dengan pasar tradisional yang harus berpindah dari satu toko ke toko lain.

“Kalau di pasar harus pindah dari toko A ke toko B ke toko C. Di sini (mal) kan sudah one stop shopping. Carikan pasar yang bisa,” katanya.

Saat ditanya mengapa tidak dilakukan upaya stimulasi ke pasar tradisional dalam hal transaksi pembayaran, Khofifah menyebut upaya itu butuh waktu.

“Itu tidak cukup satu dua hari (stimulasi),” kilah Khofifah.

Kegiatan belanja baju Lebaran di mal yang dilakukan Gubernur Jawa Timur itu memicu reaksi dari pedagang pasar tradisional. Hal itu menunjukkan kurangnya kepekaan pejabat publik atas kondisi pedagang pasar saat ini.

“Saya menilai gubernur tidak peka dengan kondisi dan nasib pedagang pasar,” ungkap Ahmad Ibrahim, pengurus Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun.

Menurut Ibrahim, pedagang pasar tradisional tengah berusaha keras untuk bertahan di tengah persaingan dan perubahan pola perilaku konsumen. Seharusnya hal itu perlu didukung oleh pemerintah daerah.

“Memang pedagang pasar belum ada yang menggunakan alat pembayaran digital. Kalau pembayaran non-tunai QRIS sudah banyak yang bisa. Ya tinggal menyesuaikan saja,” katanya.

Seperti yang pernah dilakukan, kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di momen Ramadhan, lanjut Ibrahim, justru dinanti pedagang pasar. Apalagi dengan mengajak siswa SLB untuk berbelanja baju Lebaran.

“Kalau ada agenda kunjungan gubernur ke pasar pasti para pedagang antusias,” katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yupi Apridayani
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.