Kopi TIMES

Teknologi sebagai Kesadaran Umat Manusia

Senin, 18 September 2023 - 11:28
Teknologi sebagai Kesadaran Umat Manusia M. Bagus Adil Indra Irawan, Penulis & Asisten Notaris.

TIMES MADIUN, JAKARTA – Perkembangan umat manusia tentu tidak lepas dari tools atau alat-alat yang digunakan oleh mereka untuk mempermudah kegiatan sehari-harinya. Lebih besar dari kegiatan sehari-hari adalah terciptanya sebuah peradaban baru yang secara dinamika bergerak dengan cepat dari satu waktu menuju waktu yang lain di masa mendatang.

Teknologi sendiri tidak hanya berbicara tentang alat-alat fisik. Namun juga berbicara tentang metode, ide, gagasan yang sifatnya non-fisik. Meskipun tidak dinafikan bahwa mungkin kita tidak akan pernah mengenal Piramida di Mesir, Menara Eiffel di Prancis, Vaksin kesehatan, gedung-gedung besar bertingkat, dan sebagainya tanpa adanya teknologi fisik tadi.

Begitu juga sebaliknya, kita tidak akan mengenal tentang ide-ide mengenai Nasionalisme, Sosialisme, Negara, Hukum dan berbagai macam konsep lainnya tanpa adanya sebuah teknologi non fisik yang mau tidak mau, suka tidak suka kita nikmati hari ini untuk memberikan kesadaran dan pemaknaan atas realitas yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Konsep-konsep yang berkembang secara dinamis inilah yang dikatakan oleh Francis Fukuyama sebagai sejarah universal. Yaitu bukan sebuah sejarah ensiklopedik mengenai segala hal yang manusia ketahui. Namun sebuah upaya untuk menemukan pola bermakna dalam perkembangan manusia secara umum.

Ketika era perang dunia bergulir banyak bangsa-bangsa koloni yang menyepakati lahirnya organisasi administratif politik mereka sendiri yang bernama "Negara" sehingga dalam dinamikanya mereka lepas dari kolonialisme dan konsep Negara itu mereka nikmati hingga hari ini menjadi sebuah bangsa yang berdaulat. 

Sehingga tatanan dunia menjadi berubah. Yang mana dahulu sangat nampak corak ideologis antar satu bangsa dengan gagasan ekonomi politiknya masing-masing. Hari ini sangat begitu kentara persaingan industri di berbagai macam sektor.

Kesemua hal tersebut tentu tak lepas dari gagasan tentang kepentingan ekonomi yang dimana politik menjadi media untuk sampai pada kepentingan ekonomi tersebut. Tentu ini akan menjadi sangat relevan jika dahulu yang ditakutkan adalah eksploitasi. Terbentuknya sebuah konsep - konsep baru yang relevan dengan jamannya. Namun hari ini di era Industri istilah "eksploitasi" berubah menjadi "relevansi" sebagai ketakutan utama negara yang sedang mengembangkan sektor industrinya.

Maka dari itu memang sangat diperlukan inovasi teknologi yang mempermudah dan mempercepat gerak industrialisasi untuk sampai pada tujuan yang dikehendaki. Utamanya untuk tatanan yang harmoni dan berkemanusiaan dengan mampu mengakomodir kepentingan nasional. 

Seperti pembukaan lapangan kerja baru, pengentasan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karenanya tidak bisa tidak baik teknologi yang bersifat fisik maupun non fisik memang harus ditumbuh kembangkan demi sampainya pada tujuan yang di cita-citakan.

Tentu koridor tadi tidak akan menjadi seimbang jika tidak diberikan hal lain berupa aturan dan perjanjian yang tidak boleh dilanggar dan harus disepakati. Jika telah menjadi bagian atau bekerjasama dengan sebuah organisasi administratif politik yang bernama negara.

Meskipun pemikiran modern tidak memberikan batasan-batasan. Namun pemikiran tersebut harus berjalan secara dialektis supaya tetap relevan dengan jamannya sehingga mampu sampai pada akhir sejarah dan menjadi manusia yang terakhir berdiri.

***

*) Oleh: M. Bagus Adil Indra Irawan, Penulis & Asisten Notaris.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Madiun just now

Welcome to TIMES Madiun

TIMES Madiun is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.