64 Orang Tewas dalam Penggerebekan Geng Narkoba di Rio Brasil
TIMES Madiun/Polisi khusus Brasil menggiring seseorang yang diduga menjadi bagian dari geng narkoba usai penyerbuan besar besaran di kawasan yang dikuasai mafia narkoba.

64 Orang Tewas dalam Penggerebekan Geng Narkoba di Rio Brasil

Pemerintah negara bagian Rio menyebut, 60 tersangka “dinetralisir” dan 81 lainnya ditangkap. Polisi juga menyita 93 senjata api dan lebih dari setengah ton narkotika.

TIMES Madiun,Rabu 29 Oktober 2025, 11:42 WIB
480.2K
W
Wahyu Nurdiyanto

JAKARTASedikitnya 64 orang tewas, termasuk empat polisi, dalam operasi besar-besaran penggerebekan narkoba yang digelar aparat keamanan Brasil di dua kawasan kumuh (favela) di Rio de Janeiro pada Selasa (28/10/2025). Operasi pemberantasan narkoba ini disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern Brasil.

Sekitar 2.500 polisi dan tentara dikerahkan dengan dukungan helikopter dan kendaraan lapis baja untuk menyerbu jaringan narkoba besar Comando Vermelho (Red Command) di kawasan Complexo do Alemão dan Penha. Pemerintah negara bagian Rio menyebut, 60 tersangka “dinetralisir” dan 81 lainnya ditangkap. Polisi juga menyita 93 senjata api dan lebih dari setengah ton narkotika.

Namun, aksi ini memicu baku tembak hebat yang menyebabkan banyak korban jiwa. Rekaman di media sosial menunjukkan kepulan asap dan suara tembakan yang terdengar di seluruh kawasan. Akibatnya, 46 sekolah ditutup dan Universitas Federal Rio de Janeiro membatalkan seluruh perkuliahan malam.

Kecaman dan Seruan Investigasi

Kantor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap banyaknya korban jiwa. “Kami terkejut dengan skala kekerasan dalam operasi ini,” tulis pernyataan resmi lembaga tersebut.

Senada dengan itu, Human Rights Watch (HRW) menyebut peristiwa tersebut sebagai “tragedi besar” dan menuntut Kejaksaan Brasil segera membuka penyelidikan independen untuk mengungkap penyebab kematian para korban.

Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, membela operasi itu dan menyebutnya sebagai yang terbesar dalam sejarah kota. Ia juga meminta dukungan lebih besar dari pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Luiz Inácio Lula da Silva untuk memerangi kejahatan terorganisir. Namun, pihak pemerintah federal menegaskan telah melakukan tindakan tegas melalui pemberantasan pencucian uang dan jaringan kriminal lintas negara.

Latar Belakang Kekerasan di Favelas

Comando Vermelho, kelompok kriminal terbesar di Rio, berakar dari jaringan narapidana yang kini menguasai perdagangan narkoba di banyak favela. Kekerasan di wilayah ini bukan hal baru. Pada Mei 2021, 28 orang tewas dalam operasi serupa di kawasan Jacarezinho, dan pada 2005, 29 orang tewas di Baixada Fluminense.

Namun, skala korban kali ini disebut “setara dengan situasi perang” oleh para ahli keamanan publik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Wahyu Nurdiyanto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.