https://madiun.times.co.id/
Gaya Hidup

Hamur Art Space Sediakan Ruang Baru bagi Perupa Malang

Minggu, 01 Februari 2026 - 22:01
Hamur Art Space Sediakan Ruang Baru bagi Perupa Malang Salah satu kegiatan Hamur Art Space yaitu workshop melukis dan menyulam (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

TIMES MADIUN, MALANG – Hamur Art Space menjelma menjadi ruang alternatif yang mampu mewadahi para perupa di Kota Malang.

Berlokasi di Jl Cisadane, Purwantoro, Hamur Art Space sudah banyak menyediakan kegiatan dan menjadi ruang tumbuh bagi perupa di Malang meski baru berdiri pada 28 Juni 2025. 

Ide ini berawal dari Agni Tripratiwi selaku Direktur Hamur, yang menginginkan adanya galeri representatif untuk aktivitas seni, khususnya seni rupa yang mengusung spirit non konvensional.

Ia pun menggandeng tiga sosok perupa lainnya yaitu Munir Kahar, Tamtama Anoraga, dan Teguh Nuswantoro. Kebetulan juga saat itu terdapat bangunan rumah kosong milik Munir yang sudah tidak difungsikan lebih dari 10 tahun.

Tak berselang lama bangunan bernuansa heritage tersebut disulap menjadi ruang Hamur Art Space yang akan banyak menyimpan jejak seniman Malang. 

Hamur art space hadir dengan konsep yang sedikit berbeda. Disamping mereka buka untuk semua perupa, mereka juga mengutamakan para seniman yang memiliki jiwa 'pemberontak' dan tidak konvensional. 

Menurut Tamtama Anoraga, humas dari Hamur Art Space menuturkan bahwa Hamur datang dengan menawarkan gagasan, teknik, narasi, dan media baru. Hal ini juga yang menjadi standarisasi Hamur bagi para perupa yang ingin menampilkan karyanya.

Ia juga menuturkan bahwa saat ini muncul homogenitas dalam berkesenian dimana para perupa membuat karya yang gayanya hampir sama. Hal ini dapat memberikan efek buruk bagi dunia lukis karena tidak ada perlombaan kreativitas oleh masing-masing perupa. 

“Kita merujuk ke karya non-konvensional, dimana perupa memiliki sisi memberontak dan ide-ide out of the box lainnya,” imbuh lelaki yang kerap disapa Bang Imot tersebut. 

Hamur Art Space juga ingin menyediakan laboratorium seni dimana disini menjadi ajang melakukan aktivitas-aktivitas baru.

Para perupa juga sangat antusias bahkan mereka merasa tertantang dengan standarisasi yang ditetapkan oleh Hamur supaya tidak terjebak dalam posisi stagnan.  “Mereka merasa tertantang dengan standarisasi kita,” pungkasnya. 

Tidak hanya menjadi tempat berpameran/unjuk karya, namun Hamur Artspace juga diharapkan menjadi titik pertemuan penting bagi kegiatan edukasi, diskusi, ruang laboratorium seni, ruang arsip, dan akhirnya menjadi jembatan penghubung antara seniman dan masyarakat luas. 

Untuk itu Hamur Artspace akan berupaya selalu siap mendukung dan memfasilitasi seniman dalam mengembangkan karir dan proses kreatifnya, meningkatkan daya apresiasi masyarakat terhadap seni, menjadi titik kegiatan seni yang beragam dan menarik berbagai kalangan, serta berkontribusi pada pengembangan ekosistem seni.

Hamur Art Space rutin mengadakan kegiatan seperti pameran, workshop, diskusi, dan kegiatan seni lainnya yang terbuka untuk umum. Saat ini, Hamur sedang mempersembahkan pameran Dua Duo yang memamerkan karya milik dua perupa muda, yaitu Ilyas dan Aksan hingga 07 Februari 2026. (*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Madiun just now

Welcome to TIMES Madiun

TIMES Madiun is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.