Tips Mencegah Child Grooming, Eksploitasi Seksual yang Tak Disadari
TIMES Madiun/Ilustrasi child grooming. (FOTO: iStock)

Tips Mencegah Child Grooming, Eksploitasi Seksual yang Tak Disadari

Child grooming dapat dicegah dengan membangun hubungan dan kepercayaan di keluarga inti. Biasakan melakukan komunikasi terbuka bersama anak-anak.

TIMES Madiun,Kamis 15 Januari 2026, 11:48 WIB
203.1K
D
Dhina Chahyanti

JAKARTASetelah viralnya novel Broken Strings yang diangkat dari kisah nyata Aurelie Moeremans, child grooming kembali ramai dibahas. 

Dalam novel itu, Aurelie menuliskan kisahnya yang menikah di usia yang sangat muda hingga kisah pahitnya selama menjalani pernikahan itu. 

Dari cerita itu, Aurelie menunjukkan bahwa dirinya korban child grooming. 

Lalu apa sih sebenarnya child grooming?

Child grooming merupakan tindakan manipulasi psikologis di mana orang dewasa atau pelaku (disebut groomer) membangun hubungan emosional, kepercayaan, dan keakraban dengan seorang anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi dan pelecehan seksual.

Jadi perilaku ini merupakan bentuk pelecehan seksual yang sering kali tidak disadari oleh korban karena datang dalam bentuk perhatian dan kasih sayang palsu. 

Praktik ini juga bertujuan untuk meruntuhkan batasan pribadi anak hingga menciptakan peluang eksploitasi, baik seksual maupun dalam hal pekerjaan. 

Child grooming tidak dilakukan dalam satu malam, tadpi ada abeberapa proses hingga groomer berhasil 'menipu' anak-anak atau remaja. 

Tahapan grooming dimulai dengan membangun kepercayaan. Pelaku berusaha menjadi sosok yang disukai dan dipercaya oleh anak (targetnya). 

Lalu dilanjutkan dengan mengisolasi korban dengan cara menajuhkan anak dari teman dan keluarganya. Groomer berusaha membuat si anak ini hanya bergantung padanya. 

Groomer pun akan perlahan-lahan akan mengenalkan perilaku yang tidak pantas tapi membuatnya wajar di mata anak. 

Setelah anak atau target ini sepenuhnya berada dalam pengaruhnya, Groomer langsung melakukan aksi pelecehan atau eksploitasi seksual.

Ada saja cara groomer untuk menangkap targetnya. Mulai dari pura-pura jadi pahlawan, teman. Di masa digital seperti sekarang, groomer juga memanfaatkan media sosial dan game online. 

Korban child grooming biasanya megalami trauma psikologis, ganggaun perilaku, kesulitan membangun hubungan hingga merasa kebingungan tentang identitas seksial mereka. Korban child grooming harus mendapat penanganan yang tepat dengan pendampingan psikolog.

Pencegahan child grooming

Child grooming dapat dicegah dengan membangun hubungan dan kepercayaan di keluarga inti. Biasakan melakukan komunikasi terbuka bersama anak-anak. 

Beri edukasi pada anak, tentang batasan dalam berkawan, tentang anggota tubuh nama yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, serta mengajarkan keberanian pada anak untuk melapor jika ada orang dewasa yang membuatnya tidak nyaman. 

Pantau terus aktivitas online anak, mulai dari media sosial hingga game onlinenya. Gunakan pengaturan privasi pada media sosial. Ajarkan anak untuk tidak membagikan informasi pribadi di medsos. 

Sebagai orang tua juga harus mengenali lingkungan anak, baik lingkungan bermain di rumah, sekolah maupun tempat lesnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Dhina Chahyanti
|
Editor:Dhina Chahyanti

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.