TIMES MADIUN, JAKARTA – Tentunya TIMES Lovers pernah dengar lagu Stecu-stecu, Tabola Bale atau Ngapain Repot? Lagu dengan nada dan irama ceria berasal dari kawasan Timur Indonesia itu kini menjadi genre baru di Indonesia, namanya Timurnesia.
Para musisi, lewat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peta Jalan Ekosistem Musik Indonesia Timur”, mengusulkan nama Timurnesia sebagai sebuah genre yang mewakili kekayaan musikal wilayah timur.
Forum itu turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Staf Khusus Presiden Yovie Widianto, perwakilan Kementerian Pertahanan, Ketua Umum ICCN Fiki Satari, serta komunitas idetimur.id seperti Faris Adam, Toton Caribo, Willy Sopacua, Silent Open Up, Ecko Show dan lainnya.
Genre baru ini sebagai bentuk pengakuan identitas yang jelas bagi musik Timur sekaligus menambah warna musik Indonesia.
Inisiatif musisi itu disambut baik oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha. Ia menegaskan bahwa negara akan hadir sebagai fasilitator dalam memperkuat ekosistem musik Indonesia Timur.
Kata Giring, genre baru selalu terbuka karena musisi sudah punya ekosistem pengemar yang kuat. Apalagi perkembangan musik dari Indonesia Timur menjadi indikasi adanya perkembangan musik Tanah Air.
Ia berharap tren ini tak hanya sesaat, viral sebentar lalu lenyap tak berbekas, tapi justru akan melahirkan musik Timurnesia yang diterima di dunia internasional.
Sebelumnya viral lagu asal Timur yang kental dengan nuansa pop-melodis dan beat ceria, hingga asik untuk berjoged.
Selama 2024-2025 lagu Timurnesia yang populer meliputi "Stecu Stecu", "Tabola Bale", "Pica Pica", "Gai Gatal", "Ngapain Repot" hingga "Orang Baru Lebe Gacor". (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Timurnesia Genre Baru Musik Indonesia
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |