https://madiun.times.co.id/
Gaya Hidup

Cuma Buka Pahing dan Wage, Sate Pak Min di Pasar Kacangan Boyolali Selalu Ludes

Senin, 06 Mei 2024 - 11:11
Cuma Buka Pahing dan Wage, Sate Pak Min di Pasar Kacangan Boyolali Selalu Ludes Sate kambing Pak Haji Min sangat diminati dan menggugah selera makan ( FOTO: Gatot Suroso/TIMES Indonesia)

TIMES MADIUN, BOYOLALISate termasuk kuliner yang digemari masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Karena itu, sate mudah dijumpai di mana-mana. Jenisnya pun banyak. Dari sate Padang hingga Madura, dengan aneka daging mulai ayam hingga kambing.

Di Boyolali, tepatnya di Pasar Kacangan, Kecamatan Andong, terdapat penjual sate yang tidak seperti seperti biasanya. Sate Pak Min, yang telah ada sejak tahun 1970-an ini memiliki cita rasa unik. Paduan sate kambing yang disiram kuah gule menjadi ciri tersendiri. 

Menurut Suci, sang pemilik warung, hampir setiap buka ada saja pelanggan yang pulang dengan tangan hampa karena datangnya terlambat dan sate sudah habis. Maklum, warung sate ini cuma buka dua kali sepekan, yakni di hari pasaran Pahing dan Wage, jam 06.00-11.00 WIB.

"Sebenarnya kami juga sudah bawa daging kambing banyak, namun masih saja kurang dan maaf tempatnya kecil," kata Suci kepada TIMES Indonesia. 

Vika, salah seorang pengunjung menyampaikan, saat datang ke warung sate di Pasar Kacangan, harus pagi sekali, karena siang sedikit pasti kehabisan.

Fenomena sate gule kambing limited edition dari almarhum H Min ini bukan hanya dikenal di wilayah Andong, Boyolali. Tapi juga hingga Solo, Semarang, Salatiga, Jakarta bahkan dari luar pulau Jawa. 

Menurut Lek No yang merupakan juru bakar sate, almarhum Pak Min memiliki resep khusus dalam mengolah sate. Sebelum dibakar, sate direndam air bumbu yang sudah dicampur buah nanas sehingga saat dibakar aroma sate sangat istimewa.

"Rendaman bumbu dan buah nanas menjadikan daging kambing harum dan empuk, Pak Haji yang buat resepnya," katanya.

Tarwidi, salah seorang warga Kecamatan Andong menjelaskan, sejak di pasar lama pun, sate Pak Min sudah ramai dikunjungi. Banyak sekali rombongan pejabat yang datang.

Hanya saja karena tempatnya di dalam pasar, banyak pengunjung yang kesulitan memarkirkan kendaraannya.

"Sate adalah kearifan lokal yang perlu dijaga, jadi kami datang dengan keluarga khusus untuk menikmati sate Pak Min," ungkap Heri.

Untuk seporsi sate plus nasi ditambah teh manis panas, dihargai Rp30 ribu alias aman di kantong.

Sate Pak Min di Pasar Kacangan Kabupaten Boyolali ini menjadi satu dari sekian banyak kuliner khas Indonesia yang harus dipertahankan di tengah banyaknya aneka makanan dan minuman kekinian. (*)

Pewarta : Gatot Suroso
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Madiun just now

Welcome to TIMES Madiun

TIMES Madiun is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.