https://madiun.times.co.id/
Berita

Meski Kehilangan 1,2 Juta Tentara, Api Perang Rusia Belum Padam di Ukraina

Jumat, 06 Februari 2026 - 20:18
Meski Kehilangan 1,2 Juta Tentara, Api Perang Rusia Belum Padam di Ukraina Presiden Volodymyr Zelensky. (FOTO: Financial Times/EPA-EFE/Shutterstock)

TIMES MADIUN, JAKARTA – Kehilangan 1,2 juta tentaranya sejak melakukan invasi ke Ukraina, tapi api perang Rusia belum padam, bahkan masih berambisi mencaplok wilayah seperti Donetsk dan Luhansk hingga Donbas.

Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), seperti dilansir Euronews menyatakan, bahwa peningkatan intensitas upaya perang Rusia di Ukraina timur menyebabkan kerugian jiwa yang 'luar biasa' bagi pasukan Rusia.

Menurut CSIS, pasukan Rusia telah menderita hampir 1,2 juta korban jiwa sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina. Angka ini diperkirakan sama dengan jumlah penduduk kota Brussel, ibukota Belgia

Namun menurut media yang berafiliasi dengan Rusia mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang tuntutan teritorial dari Rusia.

Rusia dilaporkan tidak hanya ingin menguasai sepenuhnya wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina, tetapi juga ingin semua pihak mengakui wilayah tersebut sebagai wilayah Rusia.

Sebelumnya, Rusia juga mengatakan bahwa mereka ingin Ukraina menarik diri dari wilayah Zaporizhzhia dan Kherson di selatan, termasuk wilayah yang tidak pernah diduduki atau dikuasai Rusia.

Ukraina Juga Kehilangan Ribuan Tentara

Volodymyr Zelensky mengatakan kepada media Prancis, bahwa setidaknya 55.000 tentara Ukraina tewas dalam perang dengan Rusia, dan banyak lagi yang hilang.

"Setidaknya 55.000 tentara Ukraina telah tewas di medan perang sejak dimulainya invasi Rusia,"  kata Presiden Volodymyr Zelensky kepada France TV dalam sebuah wawancara pada 4 Februari lalu.

"Secara resmi di medan perang, jumlah personel militer yang tewas, baik tentara karier maupun orang-orang yang dimobilisasi, adalah 55.000. Dan ada sejumlah besar orang yang dianggap hilang oleh Ukraina," kata Zelensky.

Pernyataan Zelensky itu menandai komentar publik yang jarang terjadi mengenai kerugian Ukraina di medan perang.

Ukraina sebagian besar menghindari komentar tentang kerugiannya selama dua tahun pertama invasi skala penuh itu, hingga Zelensky mengumumkan pada Februari 2024 bahwa 31.000 tentara Ukraina telah tewas.

Angka yang disampaikan Zelensky itu tidak termasuk tentara Ukraina yang tewas antara tahun 2014 dan 2022, ketika perang Rusia sebagian besar terbatas di Ukraina timur. Menurut perkiraan PBB, 4.400 tentara Ukraina tewas selama periode itu.

Rusia sama sekali tidak mengungkapkan angka korban jiwanya. Namun Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan bahwa hingga 4 Februari 2026, Rusia telah kehilangan sekitar 1.243.070 tentara di Ukraina sejak 22 Februari 2022.

Angka tersebut tidak merinci secara spesifik siapa yang tewas atau terluka, meskipun konsensus umum menyatakan bahwa angka tersebut meliputi yang tewas, terluka, hilang, dan ditangkap.

Media independen Rusia, Mediazona, bekerja sama dengan layanan BBC Rusia telah mengkonfirmasi identitas 168.142 personel militer Rusia yang tewas di Ukraina hingga 1 Februari 2026.

Menurut laporan baru dari Center for Strategic and International Studies yang dirilis Januari 2026, Rusia telah menderita "kerugian lebih besar daripada kekuatan besar mana pun dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II" dalam perang habis-habisan di Ukraina.

Zelensky juga mengatakan kepada France TV, bahwa Rusia akan terus mengalami kerugian besar jika mencoba menaklukkan seluruh Ukraina timur dengan kekuatan senjatanya.

Komentarnya itu muncul di tengah putaran terbaru pembicaraan perdamaian trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS, dimana status wilayah Donbas timur Ukraina tetap menjadi poin utama perselisihan dalam negosiasi.

"Kami, rakyat Ukraina, sangat menyadari harga yang harus dibayar oleh tentara Rusia untuk setiap meter dan setiap kilometer tanah ini," kata Zelensky dalam wawancara tersebut.

"Mereka tidak menghitung orang-orang yang meninggal. Kita terpaksa melakukannya. Untuk menaklukkan Ukraina timur, mereka harus mengorbankan 800.000 mayat lagi, mayat para tentara mereka. Itu akan memakan waktu setidaknya dua tahun, dengan kemajuan yang sangat lambat. Menurut pendapat saya, mereka tidak akan bertahan selama itu," ujar Zelenskyy.

Rusia terus menuntut agar Ukraina menarik diri sepenuhnya dari oblast Donetsk dan Luhansk di bagian timur, termasuk bagian-bagian wilayah yang gagal direbut Rusia secara militer meskipun perang telah berlangsung hampir empat tahun.

Tentu saja Ukraina menolak syarat itu. "Tidak mungkin ada kompromi untuk soal kedaulatan kami. Ini adalah tanah kami," kata Zelensky kepada France TV. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Madiun just now

Welcome to TIMES Madiun

TIMES Madiun is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.