Museum Pendidikan Surabaya, Ruang yang Menghubungkan Pendidikan dari Masa ke Masa
Suasana ruang pamer Museum Pendidikan Surabaya yang menampilkan perkembangan dunia Pendidikan. (FOTO: Della Nur Khofiah)

Museum Pendidikan Surabaya, Ruang yang Menghubungkan Pendidikan dari Masa ke Masa

Museum Pendidikan Surabaya menampilkan perjalanan pendidikan yang terbagi menjadi empat bagian utama. Masa Pra-Aksara, Masa Klasik, Masa Kolonial, dan Masa Kemerdekaan.

TIMES Madiun,Selasa 11 November 2025, 08:29 WIB
254.7K
S
Siti Nur Faizah

SURABAYADi kawasan Genteng, Surabaya, berdiri sebuah bangunan bergaya kolonial yang kini difungsikan sebagai Museum Pendidikan Surabaya. Dari luar terlihat sederhana, namun di dalamnya tersimpan catatan panjang tentang perkembangan pendidikan di Indonesia. Museum ini menjadi tempat belajar bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Menampilkan perjalanan pendidikan yang terbagi menjadi empat bagian utama. Masa Pra-Aksara, Masa Klasik, Masa Kolonial, dan Masa Kemerdekaan. Koleksinya mencakup alat tulis lama, buku pelajaran, ijazah, hingga peralatan besar seperti mesin tik yang dulu digunakan di sekolah. 

article

Suasana di dalam museum cukup tenang. Anak-anak sekolah sering terlihat berkeliling, mengamati benda dan membaca tulisan yang menampilkan keterangan koleksi museum. Beberapa orang tua tampak mendampingi anak-anak mereka. Museum bukan hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tapi juga ruang belajar lintas generasi.

Sea, seorang ibu yang datang bersama anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar, menilai Museum Pendidikan Surabaya ini memiliki nilai edukatif yang tinggi.

“Itu kan dari masa lampau ke masa kini. Jadi sangat penting ketika anak-anak datang itu tahu perkembangan pendidikan dari masa lampau sampai eranya dia, perbedaannya seperti apa. Itu dia bisa membandingkan dan menambah wawasan. Baik anak-anak ataupun pengunjung yang datang ke museum pendidikan. Mereka bisa melihat perbedaan zaman dan belajar dari situ,” ujarnya.

article

Menurutnya, keberadaan museum penting untuk memperkaya pengetahuan siswa di luar ruang kelas. Ia juga mengaku kunjungan tersebut membangkitkan kenangan masa sekolahnya dulu.

“Mengingat ketika masih sekolah, karena kan saya dari generasi sebelumnya. Seperti bangku-bangku yang ada di dalam, tahu bagaimana perkembangan seperti mesin tik, buku-buku. Banyak pengetahuan yang bisa kita dapat,” tambahnya.

Museum Pendidikan Surabaya memang dirancang agar pengunjung bisa belajar sekaligus menikmati pengalaman sejarah. Setiap koleksi diberi keterangan singkat yang memudahkan pengunjung untuk memahami. Alur ruang pun dibuat berurutan, sehingga pengunjung dapat mengikuti perkembangan urut sesuai waktu.

Selain itu, terdapat nilai perjuangan dan semangat belajar masyarakat di masa lalu melalui dokumentasi dan replika. Sebagai sarana edukasi, museum ini rutin menjadi tujuan kunjungan sekolah. Melalui kegiatan seperti ini, siswa dapat memahami fakta sejarah dan menghargai proses panjang yang membentuk dunia pendidikan Indonesia. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.