Yahya Zaini Ungkap Angka PTM Tinggi, Terjun Sosialiasi Kesehatan Bersama Kemenkes RI
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini soroti pembiayaan BPJS yang banyak terserap PTM, ajak warga ubah pola makan dan rajin cek kesehatan, didukung edukasi dan skrining gratis Pemkab Madiun.
MADIUN – Wakil Ketua Komisi IX DPRI M. Yahya Zaini mengungkapkan tingginya angka penyakit tidak menular (PTM) dan membebani pembiayaan BPJS saat ini. Hampir 50 persen lebih pembiayaan BPJS dan Dinas Kesehatan terserap untuk penyakit tidak menular.
"Ini harus jadi perhatian serius,” tegas Yahya usai kegiatan sosialisasi penggunaaan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) di Pujasera Jiwan, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/6/2026).
Yahya meminta masyarakat mulai mengubah pola makan dengan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), yang dinilai menjadi pemicu utama berbagai penyakit kronis. Selain pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini juga penting.
"Masyarakat jangan takut cek kesehatan gratis. Kalau diketahui sejak awal, penyakit lebih mudah diobati dan tidak membutuhkan biaya besar," tegas Yahya.
Yahya mengungkapkan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat merupakan bagian dari agenda rutin turun ke daerah pemilihan setiap dua minggu sekali. Kali ini sosialisasi di bidang kesehatan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dinkes setempat.
Sementara itu, Pemkab Madiun juga terus berupaya memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Tujuannya untuk menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular yang membebani pembiayaan kesehatan masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai program seperti Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Dalam setiap kegiatan hampir selalu ada pemeriksaan kesehatan gratis dan penggunaan alat kesehatan standar,” ujar Bupati Madiun H. Hari Wuryanto yang hadir saat sosialiasi.
Sejalan dengan upaya tersebut, Hari Wur sapaan akrab Bupati Madiun mengapresiasi keterlibatan M. Yahya Zaini ikut terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. “Saya berterima kasih kepada Pak Yahya yang telah membantu mewujudkan Kabupaten Madiun sehat. Ini sejalan dengan visi kami, yaitu Madiun bersih, sehat, dan sejahtera” ujar Hari Wur.
Melalui sosialisasi alkes dan PKRT diharapkan masyarakat mengetahui alat-alat kesehatan yang beredar. Sehingga bisa memilih alat kesehatan yang baik dan bermanfaat. "Banyak barang alkes beredar di masyarakat yang belum sesuai ketentuan. Misalnya alkes yang dijual online," ungkap dr Selly Fitriani Kabid SKD Dinkes Kabupaten Madiun.
Selain itu, belum semua masyarakat mendapatkan CKG. Melalui sosialisasi ini diharapkan mereka bersemangat ke puskesmas untuk CKG. Meliputi vek diabetes, pemeriksaan tensi, kadar gula, asam urat dan lain-lain. "Ini merupakan upaya skrining dan deteksi dini agar masyarakat yang sehat tidak menjadi sakit. Serta mengetahui sedini mungkin penyakit-penyakit yang ada di masyarakat," jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

