Pedagang Kios BUMDes Jiwan Rayakan Lebaran Ketupat, Upaya Lestarikan Tradisi Jawa-Islam
Ketupat sayur menjadi sajian khas perayaan kupatan sekaligus halbi pedagang Kios BUMDes Jiwan. (Foto: Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

Pedagang Kios BUMDes Jiwan Rayakan Lebaran Ketupat, Upaya Lestarikan Tradisi Jawa-Islam

Kupat berasal dari frasa bahasa Jawa 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan. Makna filosofinya sesuai dengan esensi Idul Fitri yakni saling memaafkan dan kembali ke fitrah.

TIMES Madiun,Minggu 29 Maret 2026, 21:14 WIB
215
Y
Yupi Apridayani

MADIUNPerayaan lebaran ketupat atau kupatan masih dipertahankan sebagian warga masyarakat. Tradisi budaya Islam-Jawa itu biasanya dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri dengan berbagi masakan atau makan ketupat bersama. Seperti yang digelar paguyuban pedagang di area kuliner Kios BUMDes Jiwan, Kabupaten Madiun.

"Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur dan menjalin silaturahmi di momen Idul Fitri. Serta mempertahankan tradisi dan budaya kupatan," ujar Al Masjkuri koordinator Kios BUMDes Jiwan saat kegiatan kupatan sekaligus halal bihalal, Minggu (29/3/2026).

Masjkuri mengungkapkan, kupatan juga menjadi momen mempererat kekeluargaan dan kebersamaan antar  pedagang di kios BUMDes. Sekaligus membangun semangat untuk bekerjasama mengembangkan usaha kuliner.

article
Suasana akrab di perayaan lebaran ketupat di area kuliner Kios BUMDes Jiwan. (Foto:  Yupi Apridayani/TIMES Indonesia)

"Harapannya setelah momen lebaran ini, para pedagang lebih semangat dan aktif berjualan," kata Masjkuri.

Dia juga mengajak para pedagang berpikir positif di berbagai kondisi. Serta meningkatkan pelayanan dan memberikan kenyamanan kepada konsumen saat berkunjung ke area kuliner Kios BUMDes Jiwan. Juga memanfaatkan dan menjaga fasilitas yang diberikan pemerintah desa setempat dengan sebaik-baiknya.

"Kondisi ramai atau sepi diambil sisi positifnya. Kalau ada masalah, mari dicarikan solusi bersama," pesannya.

Sesuai namanya, menu utama perayaan adalah kupat. Semacam lontong yang dibungkus anyaman daun kelapa muda berbentuk jajaran genjang. Kupat berasal dari frasa bahasa Jawa 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan. Makna filosofinya sesuai dengan esensi Idul Fitri yakni saling memaafkan dan kembali ke fitrah.
Irisan ketupat  disajikan bersama sayur santan dari irisan labu siam dan opor ayam.

article

Paduan ketupat dan sayur santan ini kemudian juga menjadi bahan karmina (pantun pendek) khas lebaran : Kupat Jangane Santen Menawi Lepat Nyuwun Pangapunten (Kupat Sayur Santan Jika Salah Mohon Dimaafkan)

Perayaan lebaran ketupat atau kupatan di area kuliner bersama Kios BUMDes Jiwan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Tidak hanya menu kupat sayur, aneka jajanan lebaran juga tersaji. Acara kupatan  diharapkan bisa terlaksana setiap tahun. Bahkan direncanakan  menjadi even kuliner tahunan sebagai daya tarik kunjungan konsumen. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yupi Apridayani
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.