Implementasi Master Cete di Madiun, Dorong Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas
Program Master Cete Pemkab Madiun mengajak siswa belajar di luar kelas lewat praktik langsung di destinasi wisata, guna membentuk generasi cerdas, terampil, dan dongkrak ekonomi.
MADIUN – Sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah, Pemkab Madiun melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan melakukan uji coba program Masyarakat Terdidik, Cerdas danTerampil (Master Cete).
Program tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar ruang (outdoorlearning) yang dirancang agar siswa dapat mengaplikasikan materi pelajaran secara langsung di lapangan. Melalui pendekatan kontekstual, siswa diajak memahami teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di berbagai sektor.
Uji coba program ini digelar di Waduk Bening pada pertengahan Desember 2025 lalu. SDN Babadan 01 Balerejo mewakili sekolah di wilayah utara menjadi salah satu peserta uji coba. Saat itu,sebanyak 48 siswa kelas IV mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai 07.00 hingga 14.30 WIB itu.
"Dalam pelaksanaannya, Master Cete akan berjalan menyerupai kegiatan belajar di sekolah. Namun lokasinya berada di luar kelas," ungkap Jumadi SPd Kepala SDN Babadan 01, Balerejo, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, siswa sangat antusias dengan pembelajaran di luar kelas. Tidak hanya pengetahuan tetapi juga keterampilan yang menjadi landasan dasar program tersebut. Mulai dari senam pagi, game, membuat puisi, penampilan kreativitas anak-anak, dan diakhiri dengan shalat dhuhur.
"Siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan melalui pendekatan secara langsung di lapangan. Dan dapat mempraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari," jelas Jumadi.
Dengan Master Cete ini, diharapkan siswa Kabupaten Madiun menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas. Ilmu yang sudah diberikan di kelas dapat diterapkan di tempat terbuka. Sejatinya, prestasi akademik saja itu belum cukup. Dibutuhkan pengalaman dan pengasahan di luar ruang kelas.
Program Master Cete juga memiliki multiplaye effect. Siswa akan lebih mengenal destinasi wisata dan sejarah yang ada di Kabupaten Madiun. Efek positif tidak hanya dirasakan siswa dan sekolah tetapi juga pengelola lokasi wisata dan masyarakat umum yang menggantungkan penghasilannya di lokasi tersebut.
"Secara otomatis perekonomian akan meningkat dan banyak lagi multiplayer effect yang muncul dari pelaksanaan program Master Cete ini," katanya.
Dengan dilaksanakannya secara rutin dan kontinyu akan menumbuhkan perekonomian di tempat-tempat yang digunakan untuk pembelajaran. Tempat-tempat wisata maupun sejarah akan menjadi lebih ramai, bisa terkenal lebih luas lagi sehingga masyarakat luar daerah akan mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Madiun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



