Guru SD Madiun Ikuti Bimtek, Kampung Pesilat Jadi Kokurikuler Wajib
Disdikbud Madiun perkuat kokurikuler SD, wajibkan pengenalan Kampung Pesilat sebagai ikon daerah. Sebanyak 2.700 guru dan kepala sekolah ikuti bimtek penyusunan bahan ajar.
MADIUN – Tiga pilar pendidikan berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Lembaga pendidikan (sekolah) di Kabupaten Madiun diharapkan mampu mensinergikan tiga pilar tersebut melalui kegiatan pembelajaran. Yakni intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokuriler.
"Dari intrakurikuler anak-anak mendapat kecerdasan. Sedangkan penguatan berdasar bakat dan minat melalui kegiatan ekstra dan kokurikuler," jelas Agus Sucipto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, Jumat (13/2/2026).
Menurut Agus, saat ini Disdikbud tengah melakukan penguatan implementasi kegiatan kokurikuler khususnya di sekolah dasar. Kokurikuler merupakan kegiatan pendidikan yang bertujuan memperkuat, mendalami, atau memperkaya materi mata pelajaran dalam kegiatan intrakurikuler.
Kegiatan ini bersifat wajib, terstruktur, dan menjembatani teori dengan praktik di dunia nyata untuk membangun karakter serta kompetensi siswa. "Jadi kokurikuler itu untuk menajamkan bakat dan minatnya anak-anak di dalam sebuah kompetensi yang nanti akan dipilih dalam kehidupannya," jelas Agus.

Salah satu kegiatan kokurikuler yang wajib dilaksanakan di SD adalah pengenalan Kampung Pesilat Indonesia sebagai ikon Kabupaten Madiun. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2025. Pengenalan ini sekaligus mengubah paradigma pencak silat.
"Pergeseran paradigma pencak silat yang selama ini dikenal mencekam menjadi ikon budaya dan menjadi daya tarik wisata," ungkapnya.
Kemasan kegiatan kokurikuler pengenalan Kampung Pesilat Indonesia, lanjut Agus, nantinya akan diserahkan kepada sekolah masing-masing. Namun tetap berpegang pada tujuan kokurikuler sebagai jembatan yang membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Agar implementasi kegiatan kokurikuler dalam pembelajaran lebih optimal, ratusan guru dan kepala SD di Kabupaten Madiun telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Bimtek penyusunan bahan ajar kokurikuler diselenggarakan oleh Disdikbud bersama kelompok kerja kepala sekolah (K3S).
"Bimtek digelar selama empat hari dengan jumlah peserta 2.700 guru dan kepala SD," ujar Suroso Ketua K3S Kabupaten Madiun.
Melalui bimtek yang digelar di Gedung Erlangga. Madiun tersebut diharapkan guru kelas dapat mengembangkan keterampilan dan kompetensi dalam penyusunan materi dan kegiatan kokurikuler. Sesuai dengan karakteristik dan potensi di masing-masing sekolah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


