Macron Akui Palestina Merdeka, KAHMI Eropa Raya: Ini Jalan Damai Sejati
TIMES Madiun/Ketua Umum KAHMI Eropa Raya, Choirul Anam

Macron Akui Palestina Merdeka, KAHMI Eropa Raya: Ini Jalan Damai Sejati

Dari ruang sidang PBB di New York, kabar bersejarah bergema: Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan secara terbuka pengakuan negaranya terhadap Palestina. Keputusan itu sontak menuai dukungan luas, termasuk dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa I

TIMES Madiun,Selasa 23 September 2025, 11:56 WIB
535.4K
K
Khodijah Siti

JAKARTADari ruang sidang PBB di New York, kabar bersejarah bergema: Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan secara terbuka pengakuan negaranya terhadap Palestina. Keputusan itu sontak menuai dukungan luas, termasuk dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Eropa Raya.

Ketua Umum KAHMI Eropa Raya, Choirul Anam, menilai langkah Macron bukan sekadar manuver politik. Itu menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali roh Piagam PBB: hak bangsa menentukan nasib sendiri, sekaligus menjunjung perdamaian dunia.

“Macron menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya soal kepentingan sempit, tapi juga keadilan global. Inilah yang oleh Johan Galtung disebut positive peace—perdamaian yang hadir bersama keadilan dan martabat manusia,” kata Anam dalam pernyataannya, Selasa (23/9/2025).

Bagi Anam, pengakuan Prancis menjadi teguran keras bagi Israel yang selama ini dianggap mengabaikan hukum internasional. Ia menyebut kondisi Gaza sebagai potret nyata genosida. Banyak rumah sakit runtuh, sekolah hancur, hingga infrastruktur sipil porak-poranda.

“Israel tidak hanya menciptakan negative peace yang penuh kekerasan struktural, tetapi juga memperpanjang penderitaan rakyat Palestina lintas generasi,” ujarnya tegas.

KAHMI Eropa Raya mendorong agar langkah Prancis segera diikuti negara lain, terutama anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Menurut Anam, dunia membutuhkan keberanian kolektif untuk mengakhiri kolonialisme terakhir di abad modern ini.

“Tanpa keadilan bagi Palestina, Piagam PBB dan mimpi perdamaian abadi hanya tinggal teks kosong,” katanya.

Isu Moralitas Global

Lebih jauh, Anam menekankan bahwa pengakuan Palestina bukan semata isu politik, melainkan panggilan moral. “Ini soal menjaga warisan peradaban. Jika bangsa-bangsa gagal berdiri bersama Palestina hari ini, generasi mendatang akan menanggung luka kemanusiaan yang dalam,” ucapnya.

Karena itu, ia menyerukan agar dunia bersatu di bawah prinsip kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan. “KAHMI Eropa Raya berdiri teguh bersama Palestina, mendukung langkah Prancis, dan mengajak seluruh bangsa untuk menjadikan keberanian ini sebagai tonggak lahirnya perdamaian sejati,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khodijah Siti
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Madiun, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.